Handout Kuliah 1: Perkembangan Hukum Internasional

PERKEMBANGAN HUKUM INTERNASIONAL.

(Sumber: Starke, 1989; Shelton, 2006). 

p    Definisi:

Keseluruhan hukum yang untuk sebagian besar terdiri atas sendi-sendi dan aturan-aturan perilaku terhadap mana negara-negara merasa dirinya terikat untuk menaatinya dan karena itu pada umumnya memang menaatinya dalam hubungan antara negara-negara itu satu sama lain. (Charles Cheney Hyde) 

p    Prinsip-prinsip, aturan-aturan, dan standard-standard yang  mengatur bangsa-bangsa dan partisipan lainnya dalam hubungan antara mereka satu dengan lainnya. Hukum internasional adalah hukum dari masyarakat internasional. Kebanyakan hukum internasional terdiri dari kebiasaan yang sudah berlaku lama, traktat-traktat berisi ketentuan-ketentuan yang disepakati, dan prinsip-prinsip umum yang diakui oleh bangsa-bangsa. Beberapa hukum internasional juga diciptakan oleh keputusan pengadilan internasional atau organisasi internasional. (Shelton). 

p    Meliputi juga:

n     Aturan hukum yang terkait dengan fungsi lembaga dan organisasi internasional, hubungan antar lembaga atau organisasi dan hubungan mereka dengan negara dan individu; dan

n     Aturan-aturan hukum tertentu yang bertalian dengan individu dan satuan bukan negara sejauh hak dan kewajiban mereka merupakan kepentingan masyarakat internasional. 

p    Definisi tradisional:    Suatu sistem yang terdiri atas aturan-aturan yang menguasai hubungan-hubungan antara negara-negara.

p    Kelemahan: tidak lengkap dan tidak sesuai  dengan perkembangan hukum internasional. 

p    Cikal bakalnya dapat ditemukan pada perjanjian, hubungan antar wilayah, peraturan hukum, dan kebiasaan perang di Mesir-kuno dan India-kuno. (A.Nussbaum)

p    Bentuk gantawinya: hukum intermunisipal yaitu hukum yang mengatur hubungan antar negara-kota masa Yunani-kuno. (Vinogradoff) 

Perkembangan penting:

p    Jus gentium.

p    Pertumbuhan negara-negara beradab di Eropa abad XV.

p    Masa Pencerahan (Enlightment/Renaissance) ilmu pengetahuan.

p    Reformasi (pemisahan gereja & negara).

p    Munculnya teori-teori kedaulatan negara: Bodin (1530-1596), Machiavelli (1469-1527); Hobbes (1588-1679).

p    Pertumbuhan negara merdeka melahirkan praktek hubungan antar negara dan teori-teori baru hukum antar bangsa (pengaruh teori hukum alam).

p    Hukum internasional abad XVI: hukum perang antara negara-negara.

p    Karya penting: Huig de Groot atau yang dilatinkan sebagai Hugo Grotius. Bukunya yang terkenal berjudul De Iure Belli ac Pacis (On the Law of War and Peace), terbit tahun 1625. Grotius berpendapat bahwa kebiasaan-kebiasaan yang ada yang mengatur hubungan antar bangsa memiliki daya paksa secara hukum dan mengikat mereka yang ada di dalamnya kecuali jika bertentangan dengan keadilan alami atau hukum alam (natural law), yang merupakan hukum tertinggi yang tidak dapat disimpangi yang mengatur keseluruhan perilaku manusia. Pengaruh pemikiran Grotius sangat besar terhadap urusan-urusan internasional dan penyelesaian peperangan, sehingga sering disebut sebagai ‘bapak hukum internasional’. Gagasan-gagasannya menjadi batu penjuru sistem internasional yang dibangun oleh Perjanjian Perdamaian Westphalia (1648), sebuah perjanjian yang mengakhiri Perang Tigapuluh Tahun.

p    Sebelumnya tahun 1609, Grotius melalui bukunya Mare Liberium (The Free Sea) menentang klaim negara manapun terhadap laut terbuka sebagai milik eksklusif negara. Klaim semacam itu menurut Grotius, bertentangan dengan hukum alam dan hukum-hukum dasar kemanusiaan. Menurutnya laut tidak dapat dimiliki karena laut tidak dapat didiami sebagaimana tanah yang didiami oleh manusia.

p    Pasca Grotius: berkembang pemikiran “positivis”namun dalam pengaruh hukum alam. Konflik ini masih berlanjut sampai sekarang terutama berkaitan dengan masalah jus cogens.

p    Abad XIX: Kemunculan negara kuat, ekspansi keluar Eropa, Modernisasi transportasi, Perang modern & Penemuan baru. Kebutuhan aturan & prinsip hukum internasional. 

TUGAS 1: Apakah yang dimaksudkan dengan aliran Natural Law dan apa perbedaannya dengan aliran Positivisme? Jelaskan pemahaman anda. 

Perkembangan hukum internasional Abad XX: 

p    Mahkamah Arbitrase Permanen (1899).

p    Mahkamah Internasional Permanen (1921), kemudian Mahkamah Internasional atau International Court of Justice/ICJ (1946).

p    Pembentukan Liga Bangsa-bangsa yang diganti oleh Perserikatan Bangsa-bangsa.

p    Organisasi Buruh Dunia, dll.

p    Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Dll. 

Ciri penting politik internasional Abad XX:

p    Kemunculan negara-negara merdeka di Asia dan Afrika. Perubahan dominasi pemikiran hukum internasional dari pemikir Barat.

p    Positivisme hukum internasional.

p    Kekuatan senjata nuklir, Asosiasi-asosiasi negara, Instabilitas politik negara berkembang di dunia ketiga.

p    Pembentukan organisasi internasional yang permanen (PBB; WTO; dll) yg berhubungan dengan negara.

p    Gerakan perlindungan hak asasi manusia secara global, termasuk pengadilan internasional terhadap kejahatan perang. (muncul hukum pidana internasional). HI menjadi syarat bagi satu negara untuk masuk dalam pergaulan antar bangsa.

p    Traktat pembuatan hukum (law making treaties); Peraturan internasional (international legislation).

p    Popularitas arbitrasi. Kemantapan ICJ. Peran International Law Commission. Kehadiran WTO dengan dispute settlement procedure yang efektif. 

Kritik atas Hukum Internasional:

       Penegakan hukum internasional sulit dilakukan karena negara adalah kekuatan berdaulat yang akan lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri daripada kepentingan internasional. Selain itu, mekanisme penegakan masih muda dan belum mapan.

       Pelanggaran-pelanggaran yang menimbulkan perang sering dianggap bentuk runtuhnya hukum internasional.

       Aturan-aturan hukum internasional hanyalah untuk menjaga perdamaian;

       Sebagian besar hukum internasional tidak terkait dengan perang. Tapi sedikit mengalami publisitas.

       Hukum internasional terkait pula dengan masalah kewarganegaraan, ganti kerugian orang asing, deportasi, ekstradisi, perdagangan, keuangan, dll. 

Tujuan Hukum Internasional:

p    Menyelesaikan masalah-masalah dalam lingkup regional atau global (seperti polusi lingkungan atau global warming), meregulasi wilayah-wilayah yang berada di luar sebuah negara (seperti luar angkasa dan laut bebas), dan mengadopsi aturan-aturan bersama bagi kegiatan multinasional (seperti jasa penerbangan udara dan pos).

p    Juga dimaksudkan untuk Memelihara PERDAMAIAN:

n     Membentuk kerangka kerja yang memudahkan pergaulan internasional.

n     Menghindari penderitaan yang tidak perlu akibat perang dan meningkatkan kondisi hidup manusia dalam masa damai.

n     Membentuk sistem hukum yang sempurna. (Beckett) 

TUGAS 2: Apakah salah satu masalah global di bidang lingkungan hidup yang memerlukan perhatian hukum internasional pada masa sekarang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: